Kabar AC Milan, Eriksson Yakin Inter K.O, Marchisio Sebut Rossoneri Lebih Kuat dari Juventus

Mantan pelatih Lazio dan Timnas Inggris, Sven Goran Eriksson menjagokan AC Milan menjuarai Liga Italia musim ini. Dia juga percaya jika Inter Milan tidak akan mampu mengulangi prestasi juara Serie A musim ini. Berbicara kepada The Italian Football Podcast , pria yang pernah melatih Lazio, Sampdoria, AS Roma, dan Fiorentina itu menyatakan Nerazzurri akan menjadi salah satu tim yang memperebutkan Scudetto.

Selain itu, kata Eriksson, Juventus juga menjadi satu di antara penantang gelar juara Serie A musim ini. Tetapi, lanjut dia, pada akhirnya AC Milan akan keluar sebagai pemenang. “Saya pikir di atas kertas Inter adalah salah satu favorit untuk memenangkan Serie A musim ini tetapi mereka sudah kehilangan pemain yang sangat penting dan tidak mudah untuk menggantikan mereka,".

Read More

“Juventus juga kehilangan Cristiano Ronaldo. AC Milan terlihat sangat kuat, dan mereka hampir mengalahkan Liverpool di Liga Champions,". “Saya pikir AC Milan akan menang, Inter akan finis kedua kemudian Juventus ketiga dan salah satu klub Roma akan finis keempat,” ujar Sven Goran Eriksson. Mantan pelatih Biancocelesti itu memuji mantan pemainnya Simone Inzaghi atas pekerjaan yang dia lakukan di Lazio sebagai pelatih.

Namun, dia mengingatkan bahwa kehilangan pemain pasti akan mempengaruhi peluang Inter untuk mengulang kemenangan Scudetto. Selain kehilangan pemain kunci, hal yang akan membuat Inter K.O (knockout) alias tumbang dalam perburuan gelar adalah kapasitas pelatih Inter saat ini, Simone Inzaghi yang dianggap belum cukup matang. Kebetulan, Eriksson dan Inzaghi pernah bekerja sama di Lazio sebagai pelatih dan pemain.

“Saya tidak menyangka Simone Inzaghi menjadi pelatih yang hebat tetapi dia masih sangat muda ketika saya memilikinya sehingga dia tidak siap untuk mengambil langkah besar seperti yang dia ambil,". “Tetapi saya harus mengatakan pekerjaan yang dia lakukan di Lazio sangat bagus selama bertahun tahun. Lazio bukanlah tim yang menginvestasikan banyak uang untuk memenangkan liga, tetapi mereka dekat dengannya dan dia melakukan pekerjaan yang hebat di sana,". “Sekarang, dia telah mengambil langkah besar di mana tekanannya lebih tinggi. Di mana menang adalah hal yang biasa. Di Inter, AC Milan, dan Juventus, Anda diharapkan untuk menang setiap tahun dan ketika Anda tidak melakukannya, itu dianggap gagal.”

Sven Goran Eriksson adalah manajer Lazio selama tiga setengah tahun antara Juni 1997 dan Januari 2001 di mana ia membawa klub itu meraih delapan gelar termasuk satu gelar Serie A, satu Piala Winners. Dia juga berhasil membawa Lazio menembus babak final Piala UEFA pada 1998 meski kalah dari Inter saat itu. Sosok lain yang menjagokan AC Milan musim ini adalah mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio.

Dia menyebut AC Milan 'lebih kuat dari Juventus' dan menegaskan Nyonya Tua membutuhkan waktu. Komentar Legenda Bianconeri itu dilansir La Gazzetta dello Sport jelang laga besar antara Juventus Vs AC Milan di Allianz Stadium. Pertandingan JuventusvsACMilan akan berlangsung Minggu (19/9/2021) malam atau Senin dinihari WIB.

“Milan lebih kuat sekarang, Maldini, Massara, dan Pioli telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk membangun tim yang telah berjuang selama beberapa tahun terakhir,” kata mantan gelandang Juventus itu. “Mereka telah kembali dalam kompetisi yang mewakili mereka dengan lebih baik. Liverpool adalah lawan yang tangguh, tetapi mereka bisa mendapatkan kepuasan musim ini,” tambahnya. Rossoneri menderita kekalahan 3 2 di Anfield Road pada hari Selasa dalam pertandingan Liga Champions pertama mereka dalam lebih dari tujuh tahun.

Namun, di kancah Liga Italia, AC Milan saat ini memimpin klasemen Serie A dengan sembilan poin dalam tiga pertandingan. Mereka berbagi tempat teratas dengan Roma dan Napoli menjelang perjalanan mereka ke Turin pada hari Minggu. Di sisi lain, Juventus mengalahkan Malmo 3 0 di Liga Champions awal pekan ini tetapi hanya mengumpulkan satu poin dalam tiga pertandingan Serie A pertama musim ini.

Mereka ditahan imbang 2 2 oleh Udinese sebelum kalah dari Empoli dan Napoli. “Juventus sedang dalam fase rekonstruksi, tetapi mereka harus membuktikan bahwa mereka berada di level yang sama dengan tim yang membuka siklus kemenangan,” kata Marchisio. “Ketika membangun fondasi untuk proyek jangka panjang, normal menghadapi momen sulit, saya ingin Juventus diberi waktu dan kepercayaan,".

“Saya tidak melihat masalah kepribadian atau identitas, Anda hanya harus bersabar. Sebuah tim seperti Juve harus selalu bertujuan untuk menang. Mereka membutuhkan kohesi dan keyakinan. Saya yakin,” lanjut pemain berusia 35 tahun itu. Manuel Locatelli, produk akademi Milan, bergabung dengan Juventus dari Sassuolo pada musim panas. Apakah dia 'Marchisio berikutnya'? Dia menjawab:

“Manuel adalah pemain hebat, kualitasnya terbukti di Milan dan dia meningkat selama waktunya di Sassuolo,” kata Marchisio. “Dia memiliki segalanya untuk menjadi pilar Juventus, dia telah membuktikan kepribadiannya bersama tim nasional. "Namun, saya tidak suka perbandingan, dia akan menulis sejarahnya sendiri dan saya yakin itu akan sama indahnya," kata Marchisio yang menolak dibandingkan dengan gelandang AC Milan tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.