Perdagangan antar negara merupakan suatu kegiatan lumrah saat ini. Bahkan kegiatan tersebut telah dilakukan sejak zaman dahulu. Contohnya kedatangan pedagang dari Arab, India, dan Cina ke Indonesia sejak abad ke 5.

Barang yang diperdagangkan pun bermacam macam seperti keramik, kain sutera, atau bahan makanan. Jauh setelah itu, tepatnya abad ke 16, pedagang dari Eropa juga berdatangan ke Indonesia untuk mencari rempah. Proses perdagangan pun semakin berkembang dan sekarang kita mengenal yang namanya impor dan ekspor.

Lalu, apa itu ekspor dan impor serta manfaatnya? Berikut penjelasannya dikutip dari Ekspor memiliki arti yaitu cara menjual barang atau jasa kepada pihak di luar negeri.

Contohnya saat Indonesia menjual hasil lautnya seperti udang ke Singapura. Peristiwa tersebut merupakan salah satu kegiatan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia. Barang yang dijual ke luar negeri tersebut dinamakan barang ekspor sedangkan penjualnya disebut eksportir.

Barang barang ekspor Indonesia terdiri atas dua macam yaitu minyak dan gas bumi (migas) dan non migas seperti hasil pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, serta industri. Impor merupakan kebalikan dari ekspor yaitu suatu negara membeli barang atau jasa dari luar negeri. Semisal, Indonesia membeli mobil atau alat elektronik dari luar negeri.

Sehingga barang yang dibeli tersebut dinamai barang impor. Pembelinya disebut importir. Terdapat beberapa faktor yang membuat suatu negara memutuskan untuk melakukan impor yaitu:

A. Negara pengimpor tidak dapat menghasilkan barang tersebut ditambah juga sedang membutuhkan. B. Negara pengimpor dapat memproduksi barang impor tetapi biaya lebih mahal. C. Negara pengimpor dapat menghasilkan sendiri tapi untuk jumlahnya tidak memenuhi.

Kedua kegiatan perdagangan tersebut saat ini juga telah dilakukan oleh Indonesia. Tentu Indonesia mendapatkan manfaat dari kegiatan ekspor dan impor tersebut. Menambah Devisa

Kegiatan ekspor mampu memberikan keuntungan bagi negara pengekspor yaitu devisa. Devisa merupakan simpanan berupa mata uang asing setelah terjadinya transaksi dengan pihak luar negeri. Terjadi Alih Teknologi

Manfaat ini diibaratkan simbiosis mutualisme karena negara pengimpor dapat mempelajari bahan dan cara pembuatan dari barang yang diimpor. Sehingga sewaktu waktu negara pengimpor menginginkan barang yang bersangkutan maka tidak perlu mengimpor kembali. Memperluas Lapangan Kerja

Ketimpangan antara angkatan kerja di Indonesia dengan lapangan pekerjaan yang ada begitu signifikan. Berbanding terbalik dengan negara lain yang mungkin kekurangan angkatan kerja seperti Jepang karena populasi angkatan tua lebih banyak. Oleh karena itu, kegiatan perdagangan seperti ekspor impor ini sangat diperlukan.

Indonesia dapat mengirim tenaga kerja ke luar negara yang memiliki hubungan perdagangan. Kebanyakan Indonesia mengirim beberapa tenaga kerjanya ke Asia Timur seperti Jepang dan Timur Tengah. Terciptanya Harga yang Stabil

Manfaat ini didapatkan ketika Indonesia membutuhkan barang atau jasa karena permintaan masyarakat yang banyak atau melebihi persediaan. Sehingga diperlukan impor dari negara lain sesuai permintaan barang atau jasa. Hal tersebut dilakukan untuk membuat harga barang atau jasa mengalami kestabilan.

Mengenal Mata Uang Berbagai Negara Kegiatan ekspor dan impor melibatkan berbagai negara dengan mata uang yang berbeda. Sehingga mengenal mata uang berbagai negara menjadi manfaat tersendiri.

Contohnya adalah alat pembayaran pembelian dan penjualan antar negara biasanya menggunakan dolar Amerika Serikat. Sehingga jika Indonesia bisa mengenal mata uang tersebut maka dapat memberikan manfaat semisal tentang pemberian harga untuk barang yang akan diimpor atau diekspor. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.