Soal Isu Presiden 3 Periode, PDIP: Tidak Elok Konstitusi Dipermainkan untuk Kepentingan Perorangan

Isu gagasan presiden tiga periode memang akhir akhir ini kembali santer menjadi bahan perbincangan publik. Banyak pihak memberikan pendapatnya terhadap isu tersebut, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Namun partai yang menaungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini masih belum membahas tentang isu tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MPR yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, (20/6/2021). Bahkan Ahmad juga mengungkapkan di MPR pun tidak ada pembahasan soal perubahan masa jabatan presiden. Untuk itu Ahmad menegaskan jika melihat dari subjeknya yakni Jokowi, sudah berkali kali dikatakan bahwa Jokowi sendiri tidak berpikir untuk menjadi presiden tiga periode.

Read More

"Kalau dari sikap pandangan politik baik kami di MPR termasuk kami juga di PDI Perjuangan. Saya kira terhadap isu tiga periode ini kalau kita lihat subjeknya, dalam hal ini Pak Jokowi sendiri." "Bolak balik dia mengatakan bahwa tidak bisa berpikir untuk dia bisa menjadi presiden untuk tiga periode," kata Ahmad dikutip dari Kompas TV. Ahmad pun menjelaskan, dalam pernyataannya Jokowi juga menggunakan ungkapan yang satir.

"Bahkan beliau mengucapkan ungkapan yang sangat satir begitu, orang yang memunculkan gagasan Pak Jokowi tiga periode itu pertama kata beliau mau cari muka, yang kedua mau menampar muka saya, yang ketiga ingin menjerumuskan saya, kata Pak Jokowi," sambungnya. Lebih lanjut Ahmad menekankan dari PDIP tidak menginginkan adanya perubahan konstitusi. Karena menurutnya, konstitusi seharusnya diproyeksikan untuk bangsa yang lebih besar, visioner, dan lain sebagainya.

Ahmad pun menilai, jika sangatlah tidak elok jika konstitusi kita dipermainkan hanya karena kepentingan perorangan saja. "Jadi kalau subjeknya tidak mau, kami dari partai tempat Pak Jokowi bernaung tidak menginginkan kosntitusi kita diubah hanya untuk kepentingan orang per orang." "Karena konstitusi itu harusnya diproyeksikan untuk bangsa yang lebih besar, visioner dan lain sebagainya. Saya kira sangat tidak elok lah bahwa konstitusi kita dipermainkan hanya untuk kepentingan orang per orang saja," pugkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Ketua Umum Sukarelawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer dengan tegas menolak adanya wacana jabatan presiden hingga tiga periode. Immanuel menilai gagasan tiga periode ini akan menjadi tidak baik bagi alam demokrasi. "Kami menolak gagasan tiga periode ini. Ini tidak baik bagi alam demokrasi," kata Immanuel dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (20/6/2021).

Bahkan Immanuel menegaskan, meski dirinya adalah pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), tapi ia merasa tidak menyetuju gagasan tersebut. Jika gagasan tiga periode ini hanya sebagai bahan diskusi saja, Immanuel mengaku masih bisa menerimanya dan merasa tidak masalah. "Sekali lagi kami menyampaikan walaupun saya sebagai pendukung Presiden Jokowi. Saya rasa wacara presiden tiga periode ini, sebagai alat untuk menjadi bahan diskusi itu menurut kami tidak masalah," tegas Immanuel.

Namun lain halnya ketika gagasan ini menjadi praktek politik untuk Pilpres 2024 mendatang. Menurut Immanuel jabatan presiden hingga tiga periode ini justru akan menjadi bencana bagi demokrasi itu sendiri. "Tapi ketika ini menjadi praktek politik untuk 2024 maka ini akan menjadi bencana buat demokrasi itu sendiri," pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.